Apakah Pacaran Itu Dosa? Ketahui Sebab dan Akibatnya



Pasti sudah sering kita mendengar kalimat seperti ini: pacaran itu dosa gak sih? atau Mengapa pacaran dosa dalam Islam, dan sejenisnya yang intinya masih meragukan apakah pacaran itu dosa atau tidak kalau menurut agama. Menyikapi hal ini, kita sebenarnya tidak akan membahas terlalu jauh kaitan antara pacaran dengan keyakinan atau agama, karena sudah pasti akan menimbulkan perdebatan panjang dan tentunya setiap orang bisa mengutarakan pendapatnya sendiri sehingga sulit mencari titik temu untuk sebuah topik yang sebenarnya sangat ringan dan kita sendiri dapat melihat dengan pasti sebab dan akibat dari pertemanan antara remaja yang seringkali disebut dengan pacaran. Dalam berbagai pandangan ada yang beranggapan bahwa saling menyukai satu sama lain dalam masa remaja itu adalah hal biasa, pasti akan terjadi karena itu sudah menjadi naluri kita selagi beranjak dewasa. Dan tentunya tidak ada yang dapat mencegah hal itu karena itu sudah menjadi keperluan alami kita untuk saling tertarik satu sama lain bukan?

dosa pacaran

Memang benar kita memiliki keinginan secara alami untuk saling tertarik kepada lawan jenis, terutama ketika menginjak masa remaja maka baik wanita atau pria akan mengalami perkembangan fisik dan mental yang akan merubah perilaku dan kehidupan mereka. Termasuk adanya perasaan suka pada lawan jenis yang kalau boleh dibilang itu adalah sebuah kebutuhan, namun harus di ingat, meskipun itu adalah sifat alami tetapi kita dapat mengendalikannya. Dan yang paling penting adalah mengerti batasan-batasan apa saja yang boleh dilalui oleh seseorang yang belum resmi menjadi suami istri sehingga kita tidak akan terjebak kedalam kehidupan yang tidak berguna dan merusak. mental remaja.

Diantara penyebab kenapa pacaran itu dilarang atau dosa:

  1. Anak muda selalu penasaran dengan hal baru, salah satunya mencoba hal-hal yang sebenarnya masih belum diperbolehkan untuk mere
  2. Rawan penyalahgunaan
  3. Memancing timbulnya dosa
  4. Dapat merusak masa depan generasi muda
  5. Menyebabkan kurangnya semangat belajar dan berkarya

Perlu diketahui bahwa untuk mengukur sejauh mana seseorang menyukai orang lain kadangkala kita terlalu memikirkan pasangan atau kawan dekat yang dalam kenyataannya dapat dikatakan sebagai pacar kita, hal ini dapat memancing timbulnya tindakan yang kurang positif terutama untuk pergaulan anak muda. Karena remaja biasanya masih suka penasaran dan memiliki semangat sangat tinggi untuk tahu hal-hal baru maka tidak terkecuali ketika mereka merasakan hubungan dengan kekasihnya selalu penasaran dengan keadaan baru, sehingga pacaran dapat menjadi penyebab pergaulan tidak sehat karena terlalu dekat dengan kekasih yang sebenarnya bukan pasangan resmi kita.

Juga, ketika kita merasakan putus cinta atau kecewa terhadap pacar maka batin dan emosi sudah pasti akan labil, hal ini sangat berdampak pada proses belajar yang seharusnya tetap ditekuni oleh para remaja. Sehingga bukan memberikan motivasi, namun justru akan membuat kaum muda lemah karena perasaan hati yang hancur akibat dari putus cinta atau kecewa dengan pasangannya. Ini dapat dihindari dengan berkomitmen untuk pacaran setelah selesai sekolah, atau yang lebih baik adalah pacaran sesudah menikah. Dalam hal ini kita akan terhindar dari perbuatan dosa, kenapa demikian? Semasa pacaran mungkin akan melakukan hal negatif yang menimbulkan dosa seperti zina dan sejenisnya, hal ini dapat dihindari ketika kita punya komitmen untuk pacaran sekali saja kemudian langsung menuju pernikahan.

Untuk menghindari hal buruk dalam pacaran sebaiknya:

  1. Mengetahui batasan yang ada
  2. Menjaga pergaulan semasa remaja
  3. Lebih memperbanyak pengetahuan tentang agama
  4. Saling menghargai dan mengerti ketika menjalin cinta dengan teman
  5. Selalu mendengarkan nasehat orang tua


loading...

Leave a Reply